Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Begitu Banyak Tenaga Kesehatan Berkorban Diri, Benarkah Ada yang Cari Cuan Saat Pandemi?

Senyumperawat.com - Belum hilang dari data pencarian Google tentang bagaimana peran tenaga kesehatan sejak status pandemi Covid-19 ditetapkan. Begitu banyak peran tenaga kesehatan yang tersebar di berbagai pusat layanan kesehatan. Baik yang bersifat primer hingga yang berada di daerah terpencil. Semua satu suara menyatakan perang melawan virus yang telah mengancam stabilitas nasional bahkan dunia tersebut.

Data Tenaga Kesehatan Indonesia yang Gugur Akibat Covid19 (Sumber: nakes.laporcovid19.org)

Tenaga kesehatan sebagai salah satu bagian lini terpenting dalam upaya penanggulangan pandemi, memiliki tugas yang tidak ringan. Dalam mengemban tugas, para Nakes rela lembur bahkan tidur di tempat kerja masing-masing. Tidak sedikit yang akhirnya terpapar hingga menghembuskan nafas terakhirnya dalam rangka mengambil peran sentral.

Pahlawan kesehatan

Tidak berlebihan sekiranya para Nakes tersebut diberikan sebuah penghargaan sebagai pahlawan. Mengambil resiko terpapar virus mematikan, meninggalkan keluarga untuk bertugas mengemban kewajiban. 

Data kematian tenaga kesehatan Indonesia per bulan (Sumber: nakes.laporcovid19.org)

Terlepas dari berbagai hal miring yang sempat beredar dari obrolan sebagian kalangan. Tidak mengurangi begitu besarnya pengorbanan.

Pahlawan kesehatan dengan berbagai latar belakang pendidikan, bergerak sinergi. Bahu-membahu meringankan beban masyarakat di tengah badai ketakutan pandemi. Strategi untuk menanggulangi pandemi satu per satu disimulasi. Mencari formula terbaik untuk dijadikan solusi.

Nyawa menjadi pertaruhan

Tercatat terakhir sejumlah 2066 Nakes Indonesia gugur melawan COVID-19. Data tersebut didapatkan dari website resmi Lapor Covid19 tanggal 18 November 2021. Dilaporkan 3 profesi Nakes yang gugur terbanyak adalah dokter, perawat dan bidan.

Untuk profesi dokter sudah mencapai angka 730 korban. Kemudian perawat sudah mencapai angka 670 korban dan bidan 398.

Data kematian tenaga kesehatan per provinsi (Sumber: nakes.laporcovid19.org)

Perasaan yang terluka

Melihat begitu banyaknya laporan korban jiwa para Nakes dan tentunya juga masyarakat secara luas, menjadi sulit diterima ketika tersiar kabar ada kalangan yang memanfaatkan momentum pandemi untuk menambah harta kekayaan.

Adanya kabar tersebut, tentu menimbulkan banyak tanda-tanya. Benarkah berita itu? Di mana perikemanusiaan para pelakunya? Siapa saja yang terlibat dalam bisnis saat pandemi itu? Dan beragam tanda-tanya lainnya.

Sebagai bagian dari civil society, kita berhak mendapatkan informasi yang valid terkait hal ini. Untuk menjawab pertanyaan publik tersebut, diperlukan pengusutan dan transparansi.

Semoga pandemi ini segera berakhir. Ada pun berbagai kabar yang tersebar di media apa pun itu, tetap kedepankan mencari validitasnya terlebih dahulu. Terlebih lagi yang berkaitan dengan fakta dan data. Tetap sehat, tetap patuhi protokol kesehatan, semoga kita melalui pandemi dan mengambil hikmah dari setiap kejadian.

Kak Admin
Kak Admin Sekedar ingin berbagi apa pun dan ingin terus belajar menjadi lebih baik.

Post a Comment for "Begitu Banyak Tenaga Kesehatan Berkorban Diri, Benarkah Ada yang Cari Cuan Saat Pandemi?"